Ada kan orang yang memiliki harta tapi hidupnya malah sengsara karena uangnya dihabiskan sekejap untuk berobat penyakit. Tapi sebaliknya, ada orang yang serba ditelan kekurangan, namun hidupnya bahagia, tidak memiliki penyakit kronis, dan hebatnya tidak pernah merasa kekurangan, meskipun dilihat orang seperti hampir ditelan kemiskinan. Kenapa bisa seperti ini yah? Bahkan jangankan soal uang, soal makanan enak saja jika dimakan oleh orang yang berbeda pasti rasanya akan berbeda. Mengapa itu bisa terjadi? Padahal akal sehat kita akan mengatakan makanan itu akan enak dimakan siapapun, tapi faktanya berbeda. Jawabanya adalah tidak bisa menikmatinya.

Kalau kita menikmati setiap apa yang kita makan, lewati dan hadapi maka rasanya akan sangat bernilai dari apapun yang kita rasakan. Jadi jika kita punya harta yang banyak, tapi rasanya tidak memiliki nilai sama sekali, bahkan malah merasakan miskin. Berarti itu bukti yang tidak bisa dihindari bahwa harta itu tidak dinikmati. Namun tentang menikmati harta maka berbeda lagi caranya, ada yang dinikmati dengan foya-foya, ada yang dinikmati dengan menabung, ada yang dinikmati dengan belanja dan masih banyak lagi. Yang pasti semua berbeda cara menikmatinya, namun tidak semua orang akan menerima cara yang sama. Tapi ada loh cara yang semua orang akan menerimanya, tapi sebelum itu kita harus sepakati yah bahwa menikmati adalah kerja hati,
لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ، وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ
“Kekayaan tidaklah diukur dengan banyaknya harta, namun kekayaan yang hakiki adalah kekayaan hati.” (HR. Bukhari dan Muslim; dari Abu Hurairah)

Nah kita sepakati dulu bahwa yang merasa cukup lah yang akan bisa menikmati harta yang kita miliki. Kalau gak merasa cukup, mana mungkin bisa menikmati, karena ujungnya nanti selalu merasa tidak puas, cape sekali. Lalu menikmatinya adalah,
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَاَنْفِقُوْا مِنْ مَّا رَزَقْنٰكُمْ مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَ اَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُوْلَ رَبِّ لَوْلَآ اَخَّرْتَنِيْٓ اِلٰٓى اَجَلٍ قَرِيْبٍۚ فَاَصَّدَّقَ وَاَكُنْ مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ
Infakkan sebagian harta yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang menjemputmu. Lalu, ada yang menyesali, “Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda kematianku sesaat saja agar aku dapat bersedekah dan menjadi orang-orang saleh.”
Jangan pernah merasa nikmat jika belum pernah zakat dan infaq! Camkan itu.
Yuk jangan lupakan kewajibanmu untuk membayar zakat atau beramal dalam bentuk apapun.
Zakat sekarang juga, tunaikan zakatmu melalui
💳 BSI 888 9595 958
Salurkan sedekah terbaik sahabat melalui Infak sedekah umum
💳 BSI 880 999 8817
Informasi dan Konfirmasi
📲 081 1221 6667
📲 0852 2118 4803
Follow akun sosial media untuk info kebaikan lainnya
Instagram : http://instagram.com/sedekahku_percikaniman
Tiktok : http://tiktok.com/@sedekahkupercikaniman
Youtube : http://youtube.com/@SedekahkuPercikanIman