Search
Close this search box.

Inspirasi

Menjaga Uang dengan Iman

Kenapa yah hingga hari ini uang terus-terusan dikejar, diperebutkan sampai dicari oleh manusia, kaya tidak ada lelah-lelahnya manusia terus mencarinya sampai kemanapun uang itu berada. Karena memang sebagian orang ada yang menganggap uang menjamin ilusi kebahagiaan, ada juga yang karena butuh, bahkan jangan aneh jika ada orang yang tentram dan tenang apabila disaku dompetnya sudah ada uang, jika tidak ada rasanya ada yang hilang dalam dunia ini. Fakta ini menunjukan bahwa orang pasti selalu membutuhkan uang dalam bentuk apapun, mau itu rupiah, rial, peso sampai rupe.

Nah sampai sini menunjukan bahwa jarang sekali atau kalau tidak berlebihan gak ada orang yang ceritanya tidak suka uang, pasti ada saja yang terpesona dan tertarik oleh uang. Meskipun sebenarnya tidak ada yang salah kalau sahabat suka dan terpesona ulah pesona uang, karena itu sudah jadi naluri manusia suka terhadap uang. Bahkan tidak hanya itu uang merupakan anugerah yang Allah berikan kepada kita untuk memudahkan transaksi kebutuhan antara manusia. Berbeda dengan manusia purba jaman dahulu, mereka tidak punya alat transaksi yang memudahkan. Nah jadi tidak ada yang salah dengan kita yang suka uang atau uang itu sendiri.

Akan jadi salah ketika uang itu keliru dalam mengelolanya. Punya banyak uang tapi malah digunakan buat hal-hal yang gak penting, bahkan didapat dari cara yang haram, akibatnya harta itu tidak akan ada berkahnya sama sekali. Belum lagi tabiat uang, kalau uang dicari dari yang haram, maka pasti keluarnya pun untuk sesuatu yang haram lagi, demikian juga sebaliknya kalau harta didapat dengan cara yang halal. Makanya dalam Alquran Allah mengingatkan,

وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

“Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih.” (At Taubah [9] : 34)

Ayat ini bukan berarti harus menginfakkan, menzakatkan dan mensedekahkan semua hartanya supaya terhindar dari adzab Allah, melainkan harta yang kita simpan dan miliki jangan sampai disimpan tanpa disedekahkan, diinfakkan, dan dizakatkan sama sekali. Makanya dari ayat ini kita belajar bahwa kita harus pandai-pandai mengelola uang dengan cara yang baik, sebab harta akan jadi manfaat apabila sebagian dikelola untuk zakat, sedekah dan infaq, sebagian lagi dikelola untuk kebutuhan sehari-hari kita.

Jiak salah dalam cara kelolanya, maka yang terjadi uang dan harta yang ktia simpan itu tidak ada manfaatnya sama sekali. Ada banyak harta tapi malah habis buat berobat, obat habis, uang habis, tapi penyakit tidak kunjung sembuh. Bahkan yang lebih ironis adalah ketika harta yang kita simpan tidak keburu dimanfaatkan saat di dunia, karena habis oleh penyakit atau penderitaan yang lain, terus di akhirat pun sama-sama tidak ada manfaatnya.

Makanya yang harus diperhatikan adalah kehati-hatian dalam mengelola uang jangan sampai tertipu dengan pesonanya yang berakibatkan nasib sial di ujungnya. Yahya bin Muadz menasehati kepada muridnya tentang cara mengendalikan atau mengelola harta, “Ambilah uang itu dari yang halal, dan letakkan pada yang haknya.” Basisnya adalah keimanan. Maka dengan iman uang akan aman.

Yuk jangan lupakan kewajibanmu untuk membayar zakat atau beramal dalam bentuk apapun.

Zakat sekarang juga, tunaikan zakatmu melalui
💳 BSI 888 9595 958

Salurkan sedekah terbaik sahabat melalui Infak sedekah umum
💳 BSI 880 999 8817

Informasi dan Konfirmasi
📲 081 1221 6667
📲 0852 2118 4803

Follow akun sosial media untuk info kebaikan lainnya

Instagram : http://instagram.com/sedekahku_percikaniman
Tiktok : http://tiktok.com/@sedekahkupercikaniman
Youtube : http://youtube.com/@SedekahkuPercikanIman

Share: