Sahabat! Apapun hidup yang kita terima pada dasarnya adalah sama, antara susah dan senang. Entah kehidupan itu dihadapi dalam keadaan miskin atau kaya, cantik atau jelek, pintar atau bodoh, sakit atau sehat pada intinya kehidupan cuman dua. Kalau dalam bahasa Arab susah itu sayyi’ah dan hasanah. Kalimat yang pertama artinya adalah sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan, kalau yang terakhir artinya adalah sesuatu yang sesuai dengan keinginan. Singkatnya sesuatu yang tidak sesuia dengan keinginan maka itu adalah susah, tapi kalau sesuai dengan keinginan maka artinya adalah senang atau baik. Kalau begitu susah dan senang tergantung keinginan kita, apakah sudah sesuai atau belum?

Dengan kata lain hidup ini dijalani tergantung mindset kita. Jika mindset kita susah, maka kekayaan sebanyak apapun akan jadi penyebab rasa susah, kenapa? Karena bisa jadi berbeda dengan keinginannya. Dia kaya karena ingin banyak kendaraan atau jabatan, tapi faktanya malah banyak hutang. Nah berarti kaya belum tentu senang. Ada juga yang senang ketika memilih sakit, kenapa senang? Karena rasa sakit itu sesuai dengan keinginan, lah emang ada yah orang yang pengen sakit? Yaa pasti ada, karena persoalanya tergantung cara pandang kita.

Begitu juga terhadap infaq, susah dan mudahnya infaq tergantung mindset. Nah makanya Alquran menawarkan mindset praktis ketika kita hendak berinfaq,
- Uang itu tidak akan nyaman kalau disimpan
Ini mindset pertama yang harus dipahami, yaitu bahwa uang tidak akan bertambah kecuali kalau digunakan, jadi uang tidak akan nyaman kalau disimpan saja. Bener kan? Namanya uang itu pasti harus selalu keluar, entah digunakan belanja atau apapun itu pasti yang namanya uang harus selalu dilepaskan. Kalau tidak ada yang dilepas berarti tidak punya uang. Jadi jika uang harus dikeluarkan berarti uang bukan milik kita.

- Uang bukan milik kita
Karena dasar sifat uang itu harus dikeluarkan berarti menunjukan bahwa uang itu hakikatnya bukan milik kita. Kalau harus milik kita berarti uang itu harus ada dalam diri kita, buktinya uang yang kita pegang sekarang suatu saat harus ada di genggaman orang lain? Bener gak sih? Lalu kalau gitu uang milik siapa? Jelasnya uang itu milik Allah, harta kekuasaan itu hanya milik Allah, adapun kita hanya dititipkan saja.
- Uang itu jika digunakan akan bertambah
Kok rasanya ada yang aneh ya? Kenapa uang yang digunakan bisa bertambah, khususnya infaq. Logikanya sangat sederhana, kalau sahabat menembak 3 dari 10 burung yang sedang diam pertanyaanya sisa berapa burung tersebut? Pasti jawabnya sisa tujuh. Nah kebanyakan kita logikanya seperti ini, padahal logika infaq tidak begitu, kalau 3 burung ditembak berarti tidak ada sisa, karena 7 burungya lagi kaget sehingga mereka terbang dan kabur. Nah jadi kita dapet tiga burung. Jadi sebenarnya harta infaq itu bertambah.

- Uang tidak akan pernah menjaga kita, justru sebaliknya
Kata Ali bin Abi Thalib, kekayaan itu tidak akan pernah bisa menjaga kita dari kecelakaan atau mara bahaya, tapi justru uang itu jadi baik dan buruknya, jadi celaka dan beruntung tergantung bagaimana kita menggunakanya, dengan itu uang akan menjadi baik tergantung penjagaan kita.
Yuk jangan lupakan kewajibanmu untuk membayar zakat atau beramal dalam bentuk apapun.
Zakat sekarang juga, tunaikan zakatmu melalui
💳 BSI 888 9595 958
Salurkan sedekah terbaik sahabat melalui Infak sedekah umum
💳 BSI 880 999 8817
Informasi dan Konfirmasi
📲 081 1221 6667
📲 0852 2118 4803
Follow akun sosial media untuk info kebaikan lainnya
Instagram : http://instagram.com/sedekahku_percikaniman
Tiktok : http://tiktok.com/@sedekahkupercikaniman
Youtube : http://youtube.com/@SedekahkuPercikanIman