Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَذَرِ الَّذِيْنَ اتَّخَذُوْا دِيْنَهُمْ لَعِبًا وَّلَهْوًا وَّغَرَّتْهُمُ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا وَذَكِّرْ بِهٖٓ اَنْ تُبْسَلَ نَفْسٌۢ بِمَا كَسَبَتْۖ لَيْسَ لَهَا مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَلِيٌّ وَّلَا شَفِيْعٌ ۚوَاِنْ تَعْدِلْ كُلَّ عَدْلٍ لَّا يُؤْخَذْ مِنْهَاۗ اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ اُبْسِلُوْا بِمَا كَسَبُوْا لَهُمْ شَرَابٌ مِّنْ حَمِيْمٍ وَّعَذَابٌ اَلِيْمٌ ۢبِمَا كَانُوْا يَكْفُرُوْنَ ࣖ
“Tinggalkan orang-orang yang menjadikan agamanya sebagai permainan serta senda gurau, dan mereka telah tertipu oleh kehidupan dunia. Peringatkan mereka dengan Alquran agar setiap orang tidak terjerumus ke dalam neraka karena perbuatannya sendiri. Tidak ada baginya pelindung dan pemberi syafaat (pertolongan), selain Allah. Jika ia hendak menebus dengan tebusan apa pun, pasti tidak akan diterima. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan ke dalam neraka karena perbuatannya. Mereka mendapat minuman dari air yang mendidih dan azab yang pedih karena kekafiran mereka dahulu.” (Al An’am [6] : 70)

Allah turunkan untuk menyempurnakan nikmat-nikmat dunia jadi nikmat duniawi menjadi sempurna karena agama, baik nikmat yang sifatnya dzahir (yang nampak) atau nikmat batin, lalu disempurnakan oleh agama. Maka dengan agama itu nikmat menjadi rahmat, namun tanpa agama nikmat akan menjadi laknat. Lalu agama mana yang akan menuntun nikmat menjadi rahmat itu? tiada lain adalah agama dari Allah. Jadi apapun nikmat yang Allah berikan jika tidak ada bimbingan dari agama Allah maka akan jadi laknat bukan jadi rahmat.

Kenikmatan-kenikmatan yang ada dalam diri kita jika dijalani dengan dasar dan aturan agama dari Allah, yaitu Alquran dan Sunnah maka akan menimbulkan kesulitan hingga siksaan, sebab nikmat dari Allah telah disalahgunakan. Seperti layaknya obat, obat itu hakikatnya baik untuk yang sakit dengan catatan harus sesuai dengan resep yang dokter berikan, namun jika obat itu dikonsumsi tidak sesuai dengan resep, malah obat itu tidak jadi baik, tapi malah menambah penyakit. Seperti itu juga kenikmatan dari Allah. Bila digunakan tidak sesuai aturan dan resep dari Allah, maka akan menambah penyakit dan menambah sulit. Artinya yang namanya kenikmatan itu baik, namun jika digunakan tidak benar, maka tidak akan jadi kebaikan.

Nah sahabat jangan lengah dari agama, lengah dikit saja nikmat akan jadi laknat. Perhatikan nikmat-nikmat yang Allah berikan kepada kita, apakah digunakan sesuai prosedure atau tidak, oleh sebab itu pentingnya kita cek lagi kenikmatan yang kita gunakan. Yang penting jangan sampai lengah dari Islam yang penuh rahmah. Lalu bagaimana agar kita tidak lengah? Perhatikan ayat ini,
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
اِقْتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمْ وَهُمْ فِيْ غَفْلَةٍ مُّعْرِضُوْنَ ۚ
“Perhitungan amal manusia telah semakin dekat, sedangkan mereka lalai dengan dunia dan berpaling dari akhirat.” (Al Anbiya [21] : 1)
Hal pertama dan utama agar tidak lengah adalah sadari dan yakini bahwa apapun kenikmatan yang dititipkan akan dipertanggungjawabkan di persidangan Allah SWT. Maka persiapkan sebelum ajal mendatang sebab kematian tidak pernah bisa diprediksi sama sekali.
Yuk jangan lupakan kewajibanmu untuk membayar zakat atau beramal dalam bentuk apapun.
Zakat sekarang juga, tunaikan zakatmu melalui
💳 BSI 888 9595 958
Salurkan sedekah terbaik sahabat melalui Infak sedekah umum
💳 BSI 880 999 8817
Informasi dan Konfirmasi
📲 081 1221 6667
📲 0852 2118 4803
Follow akun sosial media untuk info kebaikan lainnya
Instagram : http://instagram.com/sedekahku_percikaniman
Tiktok : http://tiktok.com/@sedekahkupercikaniman
Youtube : http://youtube.com/@SedekahkuPercikanIman