Search
Close this search box.

Inspirasi

Qurban Gak Bisa, Tapi Kok Banyak Gaya

Hari ini kita menghadapi era dimana manusia saling berlomba menampilkan gaya, mereka lakukan agar mendapatkan status di strata sosial sebagai yang paling kaya atau gaya diantara pengguna medsos lainnya. Kenyataan ini memang tengah terjadi di antara kita, akibatnya banyak sekali yang rela mati-matian demi mencapai status sosial tadi tanpa mempertimbangkan halal dan haramnya. Sungguh ironis.

Naasnya orang-orang miskin pun terbawa arus banyak gaya. Jadinya mereka terkena sindrom BPJS; bujet pas pasan jiwa sosialita. Utang banyak, qurban tidak mampu, shadaqah nyaris tidak pernah, tetapi bergaya seperti orang kaya. Nafsunya besar untuk seperti crazy rich, tapi nyatanya hanya crazy saja tanpa rich. Realita yang sangat ironi.

Dari sini kita harus meneladani Nabi Muhammad saw dan para sahabatnya yang kaya raya tapi gak banyak gaya; Seperti contoh Nabi Muhammad yang selalu perhatian pada ahlu suffah yang merupakan pelancong berjumlah sekitar 70 orang diceritakan juga oleh Abu Hurairah ra yang merupakan salah seorang dari mereka:

وَأَهْلُ الصُّفَّةِ أَضْيَافُ الْإِسْلَامِ لَا يَأْوُونَ إِلَى أَهْلٍ وَلَا مَالٍ وَلَا عَلَى أَحَدٍ إِذَا أَتَتْهُ صَدَقَةٌ بَعَثَ بِهَا إِلَيْهِمْ وَلَمْ يَتَنَاوَلْ مِنْهَا شَيْئًا وَإِذَا أَتَتْهُ هَدِيَّةٌ أَرْسَلَ إِلَيْهِمْ وَأَصَابَ مِنْهَا وَأَشْرَكَهُمْ فِيهَا

Ahlus-Shuffah adalah tamu-tamu Islam yang tidak memiliki rumah, harta, tidak pula seorang pun keluarga/teman. Apabila ada shadaqah datang, beliau selalu mengirimkannya kepada mereka dan tidak mengambilnya sedikit pun. Tetapi apabila yang datang kepada beliau hadiah, beliau pun selalu mengirimkannya untuk mereka, tetapi setelah mengambilnya sedikit, dan kemudian berbagi sama dengan mereka (HR. Bukhari)

Demikian juga sahabat-sahabat Nabi; Diriwayatkan dari Hisyam bin ‘Urwah, dari ayahnya, ia berkata:

Abu Bakar masuk Islam ketika memiliki harta sebanyak empat puluh ribu. Seluruh harta itu ia infakkan di jalan Allah. Ia memerdekakan tujuh orang yang semuanya disiksa karena iman mereka kepada Allah. Di antara mereka adalah Bilal, ‘Amir bin Fuhairah, Zanirah, An-Nahdiyyah dan putrinya, seorang budak perempuan dari Bani Al-Mu’ammal, serta Ummu ‘Umais.

Lalu apakah mereka banyak gaya? Tidak sama sekali, karena yang dipikiran mereka adalah bagaimana berderma?

Dari Abu Dzarr radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ada sejumlah orang sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada beliau, “Wahai Rasulullah, orang-orang kaya telah pergi dengan membawa pahala yang banyak, mereka shalat sebagaimana kami shalat, mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa, dan mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bukankah Allah telah menjadikan bagi kalian jalan untuk bersedekah? Sesungguhnya setiap tasbih merupakan sedekah, setiap takbir merupakan sedekah, setiap tahmid merupakan sedekah, setiap tahlil merupakan sedekah, mengajak pada kebaikan (makruf) adalah sedekah, melarang dari kemungkaran adalah sedekah, dan berhubungan intim dengan istri kalian adalah sedekah.”

Hadist ini berisi penjelasan bahwa orang miskin itu ingin berlomba dengan orang kaya disebabkan kecemburuan terhadap orang kaya yang mudah dalam bersedekah. Maka Nabi Muhammad saw menunjukkan kepada mereka apa yang mereka mampu kerjakan.

Tunaikan Ibadah Qurban untuk kebahagiaan bersama, tunaikan melalui rekening
DSKL BSI 880 99988 44

Informasi dan Konfirmasi
081 1221 6667
0852 2118 4803

Follow akun sosial media untuk info kebaikan lainnya

Instagram : sedekahku_percikaniman
Tiktok : sedekahkupercikaniman
Youtube : SedekahkuPercikanIman

Share:

ace99play

ace99play

ace99play

ace99play

ace99play

ace99play

ace99play

ace99play

aceplay99

aceplay99

alpha4d

alpha4d

alpha4d

alpha4d

alpha4d

alpha4d login

alpha4d

alpha4d

alpha4d

gamespools login

dewaslot88

dewatoto88

dewaselot

torpedo99

dewatoto