Search
Close this search box.

Inspirasi

Saking Dermawan Rela Berhutang

Kita rela behutang demi menghias diri dan untuk kebutuhan pribadi, rela menggadaikan BPKP motor, alat-alat elektronik dan sejenisnya. Tapi bagaimana jadinya ada sosok teladan yang rela menggadaikan benda berharganya demi menafkahi keluarganya, disebabkan uangnya habis untuk bersedekah.

Sahabat, itu terjadi pada sosok teladan Nabi Muhammad saw,


عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ وَدِرْعُهُ مَرْهُونَةٌ عِنْدَ يَهُودِيٍّ بِثَلَاثِينَ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ

Dari ‘Aisyah rai a berkata: “Rasulullah saw wafat dan baju besinya digadaikan kepada seorang Yahudi untuk mendapatkan 30 sha’ gandum sya’ir.” (Shahih al-Bukhari bab ma qila fi dir’in-Nabiy saw no. 2916)

Apakah lewat hadits diatas menunjukan bahwa Nabi itu miskin? Tidak sama sekali, faktanya Nabi Muhammad itu amat sangat kaya. Mau buktinya?


إِنَّ اللَّه جَعَلَ رِزْقِي تَحْت ظِلّ رُمْحِي

Sesungguhnya Allah menjadikan rizkiku di bawah bayang-bayang tombakku ( [Riwayat Ahmad dengan status dla’if, tetapi dikuatkan oleh hadits mursal yang sanadnya hasan dalam riwayat Ibn Abi Syaibah. Fathul-Bari bab wa man yatawakkal ‘alal-‘Llah fa huwa hasbuhu]).

Maksudnya rizki Nabi saw ada dalam ghanimah dari jihad. Penghasilan utama beliau ada dalam jihad menaklukkan musuh-musuh Allah swt dan meraih ghanimah dari mereka. Jadi Nabi saw juga bekerja untuk keluarganya dan pekerjaan utama Nabi saw adalah jihad fi sabilillah. Al-Hafizh Ibn Hajar mengategorikan jihad fi sabilillah ini sebagai profesi paling mulia untuk dijadikan mata pencaharian melebihi kemuliaan berdagang, bertani, atau keahlian profesi.

Artinya Nabi Muhammad saw pun selalu berupaya untuk memenuhi kebutuhan nafkah istri dan keluarganya, hingga rela bekerja. Namun beliau tidak pernah terbersit sekali pun tanpa memikirkan umatnya. Tentang hal ini dijelaskan langsung oleh Imam An Nawawi;

“Beliau menjadikannya untuk nafkah satu tahun keluarganya” yakni memisahkan untuk keluarganya nafkah untuk satu tahun. Akan tetapi beliau juga selalu menginfaqkannya sebelum habis satu tahun dalam berbagai kebaikan sehingga tidak pernah tersisa sampai akhir tahun. Maka dari itu beliau saw wafat dengan baju besi yang tergadai untuk gandum sya’ir yang beliau pinjam untuk makan keluarganya. Beliau juga belum pernah kenyang selama tiga hari berturut-turut. Hadits-hadits shahih sungguh sangat jelas menginformasikan seringnya Nabi saw lapar demikian juga keluarganya (Syarah an-Nawawi Shahih Muslim bab hukmil-fai`).

Semua itu disebabkan Nabi saw dan keluarganya sangat dermawan. Kedermawanan yang di luar batas hingga beliau sering memilih lapar demi mendahulukan umatnya terberi makanan. Beliau juga rela sampai berutang untuk memberi makan keluarganya karena mendahulukan umatnya mendapatkan makanan.

Yuk zakat sekarang juga, tunaikan Zakatmu melalui
 BSI 888 9595 958

Salurkan sedekah terbaik sahabat melalui Infak Sedekah Umum
 BSI 880 999 8817

Tunaikan Ibadah Qurban untuk kebahagiaan bersama, tunaikan melalui rekening
 DSKL BSI 880 99988 44

Informasi dan Konfirmasi
 081 1221 6667
 0852 2118 4803

Follow akun sosial media untuk info kebaikan lainnya

Instagram : sedekahku_percikaniman
Tiktok : sedekahkupercikaniman
Youtube : SedekahkuPercikanIman

Share: