Pernah gak sahabat berpikir sejenak aja, sebenarnya sahabat ini mau kemana? Atau hidup sahabat itu berjalan ke arah mana? Pertanyaan kaya gini juga pernah ditanyakan oleh Allah, kata Allah fainatadzhabun? Hendak kemana kalian pergi? Ada yang bisa jawab gak sahabat, pasti kan pusing buat menjawabnya, karena dipikir-pikir lagi sulit deh buat menjawabnya. Kalau gitu gimana yah? Tapi sahabat jangan galau dulu dan jangan khawatir yah, tenang ada jawabanya kok, jadi gak usah bersedih apalagi galau yah.
Ini dia jawabanya,
Imam Al Maraghi berkata, “Setiap amalan kita pada hakikatnya adalah menuju ajal kematian, dan disanalah kita akan dipertemukan dengan Allah untuk mempertanggung jawabkanya.”

Jadi kata Imam Al Maraghi hakikat hidup kita tidak lain menuju akhirat, mau kemana pun kita pergi ujung-ujungnya untuk kembali. Makanya apa sih yang mau diperjuangin di dunia ini? Ilustrasi dunia itu seperti dermaga pengistirahatan bagi sebuah kapal yang sedang dalam perjalanan. Namun kapal diciptakan bukan untuk sebuah dermaga, melainkan untuk menerjang ombak membelah lautan supaya sampai pada tujuan. Seperti itu juga hidup kita, sebetulnya kita diciptakan bukan untuk di dunia, melainkan untuk berjuang dan beramal supaya sampai tujaun hidup kita, yaitu akhirat.
Dunia hanya sebatas jembatan sebrang yang menghubungkan kita dengan hidup keabadian, tempat meninggalkan bukan tempat tinggal. Jadi yang harus sahabat lakukan hari ini sebagaimana yang disabdakan Nabi,
فَجَاءَهُ رَجُلٌ مِنْ الْأَنْصَارِ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، ثُمَّ قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَيُّ الْمُؤْمِنِينَ أَفْضَلُ؟ قَالَ: “أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا” قَالَ: فَأَيُّ الْمُؤْمِنِينَ أَكْيَسُ؟ قَالَ: “أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا، وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا
“Seorang lelaki dari golongan Anshar mengucapkan salam kepada Nabi lalu dia bertanya kepada beliau, “Wahai Rasulullah siapa mukmin yang paling afdhal, beliau menjawab, “Yang paling baik akhlaqnya”, lalu siapa orang mukmin yang paling pintar?, Nabi menjawab, “Yang paling banyak mengingat kematian dan paling baik dalam mempersiapkan kehidupan setelahnya.”
Nah ini yang harus dipersiapkan, bukan packing buat berpergian apalagi menyiapkan perbekalan untuk perjalanan jauh. Tapi yang paling inti adalah mempersiapkan kematian. Lantas apa yang sudah sahabat persiapkan? Jangan sampai berharap mati mulia, tapi di dunia malah hidup penuh sia-sia.
Yuk zakat sekarang juga, tunaikan zakatmu melalui
💳 BSI 888 9595 958
Salurkan sedekah terbaik sahabat melalui Infak Sedekah Umum
💳 DSKL BSI 880 99988 44
Informasi dan Konfirmasi
📲 081 1221 6667
📲 0852 2118 480
Follow akun sosial media untuk info kebaikan lainnya
Instagram : sedekahku_percikaniman
Tiktok : sedekahkupercikaniman
Youtube : SedekahkuPercikanIma