Search
Close this search box.

Inspirasi

Sebiji Kurma Berbuah Surga

 فَاتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ

“Maka peliharalah (diri) kalian dari api neraka, sekalipun dengan sebiji buah kurma (yang disedekahkan).” (HR Bukhari dan Muslim)

Kok bisa yah sebiji kurma tapi bisa diimbali surga? Padahal cuman sebiji doang. Pengen tahu kan sahabat? Sekarang kita kasih tahu apa yang dimaksud dengan sebiji kurma dalam hadits diatas. Tapi sebelum itu kita lihat dulu bagaimana redaksi lengkapnya,

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ أَخْبَرَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ خَيْثَمَةَ عَنْ عَدِيِّ بْنِ حَاتِمٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْكُمْ أَحَدٌ إِلَّا سَيُكَلِّمُهُ رَبُّهُ لَيْسَ بَيْنَهُ وَبَيْنَهُ تُرْجُمَانٌ فَيَنْظُرُ أَيْمَنَ مِنْهُ فَلَا يَرَى إِلَّا مَا قَدَّمَ مِنْ عَمَلِهِ وَيَنْظُرُ أَشْأَمَ مِنْهُ فَلَا يَرَى إِلَّا مَا قَدَّمَ وَيَنْظُرُ بَيْنَ يَدَيْهِ فَلَا يَرَى إِلَّا النَّارَ تِلْقَاءَ وَجْهِهِ فَاتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ قَالَ الْأَعْمَشُ وَحَدَّثَنِي عَمْرُو بْنُ مُرَّةَ عَنْ خَيْثَمَةَ مِثْلَهُ وَزَادَ فِيهِ وَلَوْ بِكَلِمَةٍ طَيِّبَة

Telah menceritakan kepada kami ‘Ali bin Hujr, telah memberitakan kepada kami ‘Isa bin Yunus dari Al A’masy dari Khaitsamah dari ‘Adi bin Hatim berkata, “Rasulullah ﷺ bersabda, “Tidaklah salah seorang di antara kalian melainkan akan diajak bicara oleh Tuhannya dengan tanpa juru penerjemah, saat ia melihat sebelah kanannya maka ia tidak melihat selain amalnya yang pernah dilakukan, saat ia melihat sebelah kirinya maka ia tidak melihat kecuali apa yang telah ia lakukan sebelumnya, dan saat ia lihat depannya maka melihat selain neraka di depan mukanya. Maka jagalah kalian dari neraka walau hanya dengan separuh biji kurma.” Al A’masy mengatakan, “Dan telah menceritakan kepadaku ‘Amru bin Murrah dari Khaitsamah semisalnya, dan ia tambahi dengan redaksi, ‘Walaupun hanya dengan kata-kata yang baik.” (HR Bukhari)

Sedekah dengan biji kurma disini jangan dipahami harus sedekah kurma, melainkan menunjukan kemuliaan dan kedahsyatan nilai sedekah. Dimana nilai dahsyatnya? Yaitu menjaga diri dari api neraka, berarti secara tidak langsung menunjukan bahwa sedikit sedekah saja dari harta yang halal dan didampingi dengan keikhlasan kepada Allah akan menyelamatkan kita dari api neraka. Makanya jangan remehin nilai sedekah, apalagi membanding-bandingkan nilai nominal yang kita berikan. Lalu sedekahlah berapapun yang kita miliki sekalipun harus biji kurma, maka dimata Allah akan tetap bernilai dan berharga untuk kita. Jangankan kurma, air saja bisa berbuah surga, tau kisah tentang pelacur yang memberikan air untuk anjing yang kehausan? Coba deh sahabat baca.

Lalu hadits ini pun mengajarkan kepada kita bahwa memelihara diri dari api neraka itu sebetulnya amatlah sangat mudah, buktinya sedekah dengan nominal kecil bisa jadi tameng untuk kita dari panasnya api neraka, jadi sangat mudah. Dengan kata lain menghindari kejahatan itu sangat mudah, justru seharusnya yang susah itu mengerjakan keburukan. Lantas bagaimana dengan menjalankan kebaikan? Malah yang terakhir ini jauh lebih mudah lagi.

Jadi apapun yang kita punya jangan anggap kecil, sebab kebaikan yang sedikit jika lama-lama dilakukan akan menjadi kebaikan yang sangat besar sekali. Bukankah iman itu lahir dari percikan iman? Sedikit demi sedikit menjadi bukit. Lantas kapan harus memulai? Yang jelas sekarang, nih dibawah yah. Yang belum bayar zakat atau fidyah yuk kita segerakan, sahabat bisa hubungi no dibawah yah

Yuk jangan lupakan kewajibanmu untuk membayar zakat atau beramal dalam bentuk apapun.

Zakat sekarang juga, tunaikan zakatmu melalui
💳 BSI 888 9595 958

Salurkan sedekah terbaik sahabat melalui Infak sedekah umum
💳 BSI 880 999 8817

Informasi dan Konfirmasi
📲 081 1221 6667
📲 0852 2118 4803

Follow akun sosial media untuk info kebaikan lainnya

Instagram : http://instagram.com/sedekahku_percikaniman
Tiktok : http://tiktok.com/@sedekahkupercikaniman
Youtube : http://youtube.com/@SedekahkuPercikanIman

Share: