عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ أَبَى ، قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَنْ يَأْبَى ؟ قَالَ : مَنْ أَطَاعَنِي دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَى
“Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Semua umatku akan masuk surga kecuali yang enggan, para Sahabat bertanya, “Wahai Rasûlullâh! Siapakah yang enggan?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Barangsiapa yang mentaatiku niscaya ia akan masuk surga, dan siapa yang bermaksiat kepadaku maka dia enggan (untuk masuk surga).”

Hadits diatas menyebutkan kalimat kullu untuk menyebutkan semua tanpa terkecuali, artinya semua umat Nabi Muhammad SAW sudah dijanjikan akan masuk surga. Berarti logika kebaliknya bahwa siapa yang bukan termasuk umat Nabi Muhammad SAW tidak akan masuk surga, siapa? Kalau orang kafir itu sudah pasti tidak akan masuk surga. Penasaran kan? Lanjutin dulu bacanya sebentar lagi anda akan menemukan jawabanya.
Kalau kita lihat lengkap haditsnya, Nabi Muhammad SAW mengecualikan dari semua umatnya dengan satu kriteria, yaitu yang bermaksiat kepada Allah dan Nabi-Nya. Yang melakukan maksiat berarti menunjukan sikap keengganan untuk masuk surga, karena gak ada ceritanya ingin masuk surga tapi secara bersamaan melakukan banyak kedurhakaan, ini mustahil banget. Berarti yang ingin masuk surga ditandai dengan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Bener gak sih? Tapi masih penasaran deh, emang ada yah yang gamau masuk surga?

Sebenarnya kalau jawab jujur kayanya gak ada orang yang enggan masuk surga, pasti kalau pada ditanya milih masuk surga atau neraka kebanyakan jawabanya yang pertama kan? Tapi kok Nabi bilang yang gak masuk surga adalah yang gamau. Itu tuh maksudnya adalah yang tidak jujur kepada hatinya dan sekaligus tidak membuktikan kemauannya. Coba kalau jujur dan buktikan kemauanya untuk masuk surga pasti akan ikuti syarat Nabi. Oleh sebab itu ketidak jujuran kepada diri sendirilah yang terkadang menghalangi diri kita untuk taat kepada Allah.
Selain itu hadits ini juga lagi mengajarkan kepad kita bahwa yang menghalangi dan dianggap berat dalam melakukan ibadah adalah bukan perintahnya, tapi karena tidak mau. Berbeda yah antara ibadah itu sendiri yang berat atau memang dia sendiri yang tidak mau mengerjakan. Kan janji Allah sudah jelas bahwa tidak ada satupun ibadah kecuali pasti ibadah itu ringan dikerjakan, tapi kok masih bilang berat? Ternyata jawabanya karena…Nah ada di paragraf selanjutnya yah, dikit lagi kok.

Jawabanya karena tidak mau mengerjakan, kalau sudah tidak mau maka akan membuat alasan-alasan agar tidak mengerjakan, alasan males lah, cape lah, lelah pulang kerja dan variasi alasan yang dibuat-buat. Semakin alasannya banyak maka semakin enggan untuk mengerjakannya, malah akan semakin susah buat mengerjakanya. Nah kebayang kan alasan kenapa Rasulullah bilang orang yang tidak akan masuk surga adalah yang enggan? Mudah-mudahan kebayang yah.
Yuk jangan lupakan kewajibanmu untuk membayar zakat atau beramal dalam bentuk apapun.
Zakat sekarang juga, tunaikan zakatmu melalui
💳 BSI 888 9595 958
Salurkan sedekah terbaik sahabat melalui Infak sedekah umum
💳 BSI 880 999 8817
Informasi dan Konfirmasi
📲 081 1221 6667
📲 0852 2118 4803
Follow akun sosial media untuk info kebaikan lainnya
Instagram : http://instagram.com/sedekahku_percikaniman
Tiktok : http://tiktok.com/@sedekahkupercikaniman
Youtube : http://youtube.com/@SedekahkuPercikanIman