Search
Close this search box.

Inspirasi

Semua Takdir Allah?

Media sosial kini tengah dihebohkan dengan salah satu statement yang keluar dari pimpinan pesantren Al Khoziny atas sikap pernyataan insiden ambruknya bangunan mushola pesantren.

Pernyataan yang jadi sorotan banyak pihak adalah penilaian bahwa kejadian yang terjadi “karena takdir Allah swt” Sebagian masyarakat termasuk wali santri menerima semua kejadian yang terjadi adalah memang takdir Allah sehingga tidak akan menuntut pesantren secara hukum.

Dilansir dalam laman berita BBC Muhammad Sukron, wali santri asal Sampang, Jawa Timur, juga menganggap ambruknya musala Al Khoziny sebagai takdir, bukan karena kelalaian pihak pengelola pondok pesantren.

Ia meyakini pembangunan ruang ibadah itu dilakukan dengan perhitungan yang matang dan tidak ada unsur kecerobohan.

“Saya lebih ini menganggap takdir dan mudah-mudahan dengan kejadian atau peristiwa ini menjadi pelajaran buat pondok dalam membangun itu harus lebih ekstra hati-hati,” kata Sukron.

Namun disisi lain menyatakan bahwa pimpinan pesantren tidak bisa serta merta begitu saja bilang ini semua takdir Allah, seperti Ismail Al-A’lam, peneliti dari Pusat Studi Agama dan Demokrasi (PUSAD) Paramadina, menjelaskan takdir dalam Islam adalah hukum dan ketetapan yang telah ditentukan oleh Allah atas segala hal. Sehingga, tidak ada yang meleset sedikit pun. Tetapi, meskipun takdir sudah ditetapkan oleh Allah, manusia tidak tahu apa yang menjadi takdirnya. Maka dari itulah, manusia diperintahkan untuk bertawakal dan berikhtiar; serta beriman dan beramal saleh.

Artinya, memang betul semua terjadi atas kehendak dan kekuasaan Allah swt, tidak ada satupun yang mengingkarinya, termasuk pernyataan pimpinan pesantren sudah benar. Namun manusia sendiri tidak tahu apa yang menjadi takdir untuk dirinya, dengan kata lain masih ghaib. Sehingga manusia memiliki upaya untuk bertawakal dan berikhtiar serta beriman dan beramal saleh. Antara ikhtiar dan tawakal itu harus seimbang. Tawakal saja tanpa ikhtiar artinya sama dengan menyerah dan malas dan ikhtiar saja tanpa tawakal sama aja dengan sombong.

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ لِنْتَ لَهُمْ ۚ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيْظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوْا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى الْاَمْرِۚ فَاِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِيْنَ

Karena rahmat Allah, kamu (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Seandainya kamu bersikap keras dan berhati kasar, tentu mereka menjauhkan diri darimu. Karena itu, maafkan mereka, mohonkan ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila kamu telah membulatkan tekad, bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya, Allah mencintai orang yang bertawakal. (Ali Imran [3] : 159)

Yuk zakat sekarang juga, tunaikan Zakatmu melalui
 BSI 888 9595 958

Salurkan sedekah terbaik sahabat melalui Infak Sedekah Umum
 BSI 880 999 8817

Tunaikan Ibadah Qurban untuk kebahagiaan bersama, tunaikan melalui rekening
 DSKL BSI 880 99988 44

Informasi dan Konfirmasi
 081 1221 6667
 0852 2118 4803

Follow akun sosial media untuk info kebaikan lainnya

Instagram : sedekahku_percikaniman
Tiktok : sedekahkupercikaniman
Youtube : SedekahkuPercikanIman

Share: