Search
Close this search box.

Inspirasi

Serigala dan Singa

Jika dibandingkan antara dua hewan buas singa dan serigala, tentu dari bentuk fisik dan keganasan akan dimenangkan oleh singa dan jauh lebih unggul dari serigala. Secara kecepatan saja singa memiliki kecepatan 80 KM/jam, sedangkan serigala memiliki kecepatan 60 KM/jam, namun yang membedakan adalah jarak keduanya. Singa akan cepat kelelahan dan cenderung lari dengan jarak pendek, berbeda kalau serigala sifatnya petualang yang mampu berlari dengan jarak yang jauh. Dari keganasan tentu serigala akan kalah dari singa. Tapi setidaknya kedua hewan ini biasa dijadikan model dalam perfilman yang bergendre action dan adegan adrenalin lainnya.

Nah sahabat pasti akan mengira keganasan singa akan merajai segalanya kan? Termasuk serigala pun mungkin akan ikut tunduk dibawah kaki kekuasaan singa. Tapi coba deh sahabat perhatikan sirkus, pernah gak liat serigala jadi bahan atraksi pertunjukan? Pasti belum pernah kan, justru malah yang sering dijadikan atraksi pertunjukan sirkus adalah singa bukan serigala. Lalu kenapa bisa seolah-olah terbalik, kan anggapan pikiran sahabat harusnya serigala yang jauh bisa dijinakan dan tidak terlalu bahaya ketimbang singa. Jawabanya karena serigala adalah salah satu hewan yang paling tidak bisa diatur, dan punya harga diri yang paling tinggi. Jadi salah kalau serigala dijadiin bahan atraksi pertunjukan karena akan sulit dilatih dan dijinakan, apalagi serigala memiliki harga diri yang paling tinggi.

Sahabat kita banyak belajar dari singa dan serigala, bahwa tidak penting sahabat dilahirkan sebagai apa, dari keluarga seperti apa, yang penting jadilah seseorang yang memiliki harga diri, maka sahabat akan dihargai dan tidak akan di jadikan ajang permainan. Maka harga diri kita adalah muslim yang takwa. Itulah harga diri sejati kita, dimanapun kapanpun selalu mencerminkan identitas harga diri kita sebagai muslim yang taat dan takwa. Ketika itu kita tidak akan pernah dipermainkan apalagi ditipu oleh orang-orang jahat yang berkeliaran diluaran sana. Karena bagi muslim sejati tidak akan ada yang dapat mengkhianati ilmu dan takwanya sendiri.

Identitas pertama muslim telah ditegaskan oleh Allah,

اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْۗ قَالُوْا بَلٰىۛ شَهِدْنَا ۛ

 “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul, Engkau Tuhan kami, sungguh kami bersaksi.” (Al ‘Araf [7] : 172)

Ayat ini menjelaskan tentang awal dialog manusia dengan penciptanya ketika masih di alam ruh yang berisikan persaksian ruh tentang pengakuanya terhadap Allah sebagai ma’bud dan mengakui ketauhidan Allah. Artinya manusia memiliki tabiat berupa ketauhidan dan keimanan kepada Allah yang merupakan potensi yang harus di pelihara dan di kembangkan. Kecenderungan ini membawa manusia pada kebaikan dan menjauhi keburukan. Ini asal sifat bawaan manusia berupa agama yang hanif. Oleh sebab itu rasanya manusia pasti memiliki benih-benih kekuatan yang dapat menegakkan aturan-aturan dan perintah Allah, tabiat bawaannya selalu mengarah dan mengajak kepada unsur-unsur yang dapat menggugah keimanan dan ketakwaan mereka. Karena tabiat inilah manusia tidak memiliki alasan yang pasti untuk mengingkari aturan-aturan Allah, tidak ada alasan untuk menyekutukan dan melanggar perintah Allah.

Ketika potensi tauhid, keimanan dan ketakwaan ini tidak dibina dengan baik, lalu malah melanggar perintah Allah maka secara bersamaan dia telah melucuti identitasnya sebagai muslim. Selama keimananya dijaga dan dipelihara maka selama itu pula identitasnya sampai nilai harga dirinya tetap terjaga. Saat itulah terpancar pribadi muslim yang sejati.

Yuk jangan lupakan kewajibanmu untuk membayar zakat atau beramal dalam bentuk apapun.

Zakat sekarang juga, tunaikan zakatmu melalui
💳 BSI 888 9595 958

Salurkan sedekah terbaik sahabat melalui Infak sedekah umum
💳 BSI 880 999 8817

Informasi dan Konfirmasi
📲 081 1221 6667
📲 0852 2118 4803

Follow akun sosial media untuk info kebaikan lainnya

Instagram : http://instagram.com/sedekahku_percikaniman
Tiktok : http://tiktok.com/@sedekahkupercikaniman
Youtube : http://youtube.com/@SedekahkuPercikanIman

Share: