وُرُوْدُالْإِمْدَادِبِحَسَبِ الْاِسْتِعْدَادِ وَشُرُوْقُ الْأَنْوَارِعَلَى حَسَبِ صَفَاءِ الْأَسْرَارِ
“Datangnya rezeki itu sesuai dengan kadar kesiapan. Terangnya cahaya sesuai dengan kadar kejernihan jiwa”
أَرِحْ نَفْسَكَ مِنَ التَّدْبيرِ. فَما قامَ بِهِ غَيرُكَ عَنْكَ لا تَقُمْ بهِ لِنَفْسِكَ.
“Istirahatkanlah dirimu dari melakukan tadbir (mengatur urusan duniawi) dengan susah payah. Karena, sesuatu yang telah diurus untukmu oleh selain dirimu (sudah diurus oleh Allah), tidak perlu engkau turut mengurusnya.” (Al Hikam Ibn Athaillah)

Salah satu yang harus kita perhatikan dalam hidup adalah pembagian tugas. Kok pembagian tugas? Maksudnya mana bagian tugas kita dan mana bagian tugas Allah. Kadang yang buat kita susah, khawatir, cemas, sampai takut karena tugasnya tertukar. Kita malah mengatur yang bukan tugas kita. Seperti soal rezeki, masih ada aja yang khawatir gak punya uang, nanti makan gimana, apa besok masih ada uang atau tidak ada sama sekali? Nah pikiran kaya gini yang buat kita susah, karena soal rezeki bukan tugas kita, itu tugas Allah. Makanya Imam Ibn Athaillah menasehati kita agar jangan mengatur dunia atau bahkan termasuk rezeki sampai lelah, lebih baik istirahatkan. Karena itu sudah Allah urus, gak perlu kita ikut campur.

Salahnya kita sering mengatur hasil, rezeki, sehat, sakit. Padahal itu bukan tugas kita, karena tugas kita adalah usaha. lalu kalau hasil diatur sama Allah, maka buat apa kita usaha? Justru kita usaha agar mendapatkan pahala. Lalu kata Ibn Athaillah, “Datangnya rezeki itu sesuai dengan kadar kesiapan. Terangnya cahaya sesuai dengan kadar kejernihan jiwa” Apa sih yang dimaksud “kadar kesiapan”? Maksud dari kadar kesiapan adalah menjalankan ketaatan menjauhi larangan. Jadi tugas kita sebatas menjalankan ketaatan menjauhi larangan. Maka ketika usaha perhatikan syariat Allah, mana yang wajib mana yang dilarang, seperti itu juga dalam mencari rezeki Allah.

Nah Allah memerintah agar menyisihkan sebagian rezeki yang kita miliki untuk dimanfaatkan untuk zakat, infaq dan sedekah.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
اِذَا جَاۤءَكَ الْمُنٰفِقُوْنَ قَالُوْا نَشْهَدُ اِنَّكَ لَرَسُوْلُ اللّٰهِ ۘوَاللّٰهُ يَعْلَمُ اِنَّكَ لَرَسُوْلُهٗ ۗوَاللّٰهُ يَشْهَدُ اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ لَكٰذِبُوْنَۚ
Apabila orang-orang munafik datang kepadamu (Muhammad), mereka berkata, “Kami mengakui bahwa kamu adalah Rasul Allah.” Allah juga mengetahui bahwa kamu benar-benar Rasul-Nya dan Allah menyaksikan bahwa orang-orang munafik itu benar-benar pendusta. (Al Munafiqun [63] : 10)
Yuk jangan lupakan kewajibanmu untuk membayar zakat atau beramal dalam bentuk apapun.
Zakat sekarang juga, tunaikan zakatmu melalui
💳 BSI 888 9595 958
Salurkan sedekah terbaik sahabat melalui Infak sedekah umum
💳 BSI 880 999 8817
Informasi dan Konfirmasi
📲 081 1221 6667
📲 0852 2118 4803
Follow akun sosial media untuk info kebaikan lainnya
Instagram : http://instagram.com/sedekahku_percikaniman
Tiktok : http://tiktok.com/@sedekahkupercikaniman
Youtube : http://youtube.com/@SedekahkuPercikanIman