ولدتك امك يابن آدم باكيا والناس حولك يضحكون سرورا فاعمل ليومك ان تكون إذا بكوا في يوم موتك ضاحكا مسرورا
“Hai Anak Adam kau terlahir dari rahim Ibumu dalam keadaan menangis, sedangkan orang disekitarmu riang gembira akan kelahiranmu. Maka bersungguh-sungguhlah untuk dirimu sendiri sebagai bekal diharimu mati nanti kau pergi dalam keadaan tersenyum bahagia, sedangkan orang disekitarmu menangisi kepergianmu.”

Begitulah kira-kira ucapan Ali bin Abi Thalib. Apa sih maksudnya? Penasaran kan? Maksudnya adalah ketika kita lahir ke dunia harus dalam keadaan menangis, mengapa harus menangis? Karena menurut dunia medis, ini menjadi pertanda bahwa organ paru-paru bayi berfungsi dengan baik, dengan kata lain tangisan bayi merupakan ciri kesehatan bayi. Nah ketika kita dilahirkan dalam keadaan menangis, namun orang-orang disekitar kita termasuk ibu yang melahirkan kita akan tersenyum bahagia. Apa sih maksudnya? Jadi tangisan dan senyuman selalu mewarnai alam kehidupan kita yang diawali tangisan lalu semua sekeliling kita tersenyum memancarkan kebahagiaan. Namun bukan itu intinya. Melainkan kalimat selanjutnya, “Maka bersungguh-sungguhlah untuk dirimu sendiri sebagai bekal diharimu mati nanti kau pergi dalam keadaan tersenyum bahagia, sedangkan orang disekitarmu menangisi kepergianmu.”

Meski hidup kita berawal dari jeritan tangisan, tapi jangan sampai akhir kehidupan kita sama dengan awal kita hidup, tapi meski sebaliknya. Bagaimana agar hidup kita diakhiri senyuman dan orang disekitar kita menangis terharu. Caranya adalah beramal shaleh sebanyak mungkin, memberikan manfaat kepada sesama manusia sampai dirasakan keberkahan juga kebaikan yang kita lakukan. Jadi ketika kita meninggal, orang-orang disekeliling kita sangat terharu, terpukul dan sedih disebabkan kehilangan sosok orang shaleh yang selalu berbuat kebaikan, sedangkan kita tersenyum bahagia disebabkan keshalehan ketika hidup.

Caranya adalah persiapkan amalan shaleh yang dapat menjadi bekal kehidupan untuk kita dan amal tersebut dirasakan manfaatnya oleh orang lain, sehingga orang-orang sedih ketika ditinggalkan karena keshalehan yang kita lakukan. Maka ketika mati dengan tersenyum malaikan akan menyambut kita dengan tanpa rasa takut dan sedih, berarti bahagia
اِنَّ الَّذِيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوْا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ اَلَّا تَخَافُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَبْشِرُوْا بِالْجَنَّةِ الَّتِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ
Sesungguhnya, orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah,” kemudian meneguhkan pendirian mereka, maka para malaikat akan turun kepada mereka seraya berkata, “Janganlah kamu merasa takut dan bersedih. Bergembiralah dengan memperoleh surga yang telah dijanjikan kepadamu.” (Fushilat [41] : 30)
Yuk jangan lupakan kewajibanmu untuk membayar zakat atau beramal dalam bentuk apapun.
Zakat sekarang juga, tunaikan zakatmu melalui
💳 BSI 888 9595 958
Salurkan sedekah terbaik sahabat melalui Infak sedekah umum
💳 BSI 880 999 8817
Informasi dan Konfirmasi
📲 081 1221 6667
📲 0852 2118 4803
Follow akun sosial media untuk info kebaikan lainnya
Instagram : http://instagram.com/sedekahku_percikaniman
Tiktok : http://tiktok.com/@sedekahkupercikaniman
Youtube : http://youtube.com/@SedekahkuPercikanIman