Search
Close this search box.

Inspirasi

Teman yang Shalih

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَكُوْنُوْا مَعَ الصّٰدِقِيْنَ

“Hai, orang-orang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang benar.” (At Taubah [9] : 119)

Sahabat! hakikat manusia itu selalu bersosial dan membaur dengan makhluknya yang lain, sebab keberadaan kita sebagai manusia tidak bisa berdiri sendiri tanpa dibantu oleh elemen kehidupan yang lain. Makanya kenapa kita memerlukan diluar diri kita supaya satu sama lain terjalin hubungan simbiosis mutalisme. Disinilah perlunya kita bersosial membaur dengan sesama atau dengan kata lain kehidupan kita tidak akan bisa lepas dari lingkungan dimana kita hidup, pasti selalu berhubungan dengan tetangga, kerabat, dan sanak saudara kita. Apakah hubungan itu terjalin dari saling membantu, saling mempengaruhi atau saling tolong-menolong. Namun yang pasti manusia itu makhluk sosial.

Kalau begitu artinya manusia dipengaruhi oleh lingkungan dimana dia hidup. Lingkungan memainkan peran penting dalam membentuk pembangunan karakter seseorang, bahkan diri kita juga memainkan peranan yang sama-sama penting dalam membentuk lingkungan hidup. Dengan kata lain kedua-duanya memiliki posisi yang strategis untuk membentuk kultur, karakter atau budaya kehidupan.

Makanya mengapa kata Nabi ketika kita hendak memilih rumah maka yang pertama kali dipilih jangan bentuk bangunanya apakah layak atau tidak, melainkan pilih dan perhatikan tetangganya. Artinya yang ditekankan oleh Nabi adalah perhatikan dan pilihlah lingkungan yang baik sebelum memilih rumah yang layak. Karena baik dan buruknya isi rumah ditentukan oleh lingkungan dimana kita hidup, sebab lingkungan itu akan mempengaruhi pada pola kehidupan didalam rumah. Makanya mengapa Rasulullah SAW selalu menekankan agar berbuat baik kepada tetangga,

وعن عبدِ الله بن عمر رضي الله عنهما، قَالَ: قَالَ رَسُول الله صلى الله عليه وسلم: «‌خَيْرُ ‌الأَصْحَابِ ‌عِنْدَ ‌الله تَعَالَى خَيْرُهُمْ لِصَاحِبِهِ، وَخَيرُ الجِيرَانِ عِنْدَ الله تَعَالَى خَيْرُهُمْ لِجَارِهِ

“Dari Abdullah bin Umar RA berkata, Rasululllah SAW bersabda, “Sebaik-baik kawan di sisi Allah SWT. Ialah yang terbaik hubungannya dengan kawannya dan sebaik-baik tetangga di sisi Allah SWT. Ialah yang terbaik pergaulannya dengan tetangganya.” (HR Tirmidzi)

Karena bagaimana perilaku kita kepada tetangga akan memberikan pengaruh pada lingkungan dimana kita hidup dan sekaligus akan menentukan baik dan buruknya suasana lingkungan. Jadi tidak heran mengapa Nabi menekankan agar saling memberikan manfaat kepada sahabat dan tetangga kita, bukan untuk siapa-siapa namun untuk kita lagi. Dari sini kita belajar jangan berharap diberikan sesuatu yang baik dari tetangga sebelum kita sendiri berbuat baik kepada mereka. Juga jangan berekspektasi menginginkan lingkungan positif, namun nyatanya diri kita malah toxic circle membuat orang lain tidak suka karena ulah dan tingkah laku kita sendiri. Jadi untuk berteman dan hidup di lingkungan positif mulailah dari diri kita.

Hal ini pun disinggung langsung oleh Allah dalam surat At Taubah ayat 119 dengan kalimat wa kuunu ma’a Ash shadiqin, yaitu bertemanlah dengan orang-orang yang benar atau jujur. Tapi diawal kalimat Allah menekankan kepada kita agar bertakwa terlebih dahulu. Artinya yang menggiring kita pada lingkungan yang baik atau positif adalah ketakwaan kita atau kebaikan kita sendiri, dan untuk merawat ketakwaan kita maka bertemanlah dengan orang-orang yang benar. Lalu siapa yang disebut ash shadiqin dalam ayat diatas? Nah yang disebut Ash Shadiqin artinya adalah Ash Shidqu yaitu orang yang memegang teguh agama dan syariat Allah, taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Jadi orang yang benar disini artinya adalah orang yang jujur kepada hatinya atau dirinya sendiri dengan memegang dan mengamalkan agama Allah sebagai bentuk ketaatan kepada-Nya dan utusan-Nya.

Rasulullah SAW bersabda,

‌إِنَّ ‌الصِّدْقَ ‌يَهْدِي ‌إِلَى ‌الْبِرِّ، ‌وَإِنَّ ‌الْبِرَّ ‌يَهْدِي ‌إِلَى ‌الْجَنَّةِ، وَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ، وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ، وَإِنَّهُ يُقَالُ لِلصَّادِقِ: صَدَقَ وَبَرَّ، وَيُقَالُ لِلْكَاذِبِ: كَذَبَ وَفَجَرَ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَصْدُقُ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا، وَيَكْذِبُ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا

“Karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan seseorang ke surga. Dan apabila seorang selalu berlaku jujur dan tetap memilih jujur, maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai orang yang jujur. Dan jauhilah oleh kalian berbuat dusta, karena dusta membawa seseorang kepada kejahatan, dan kejahatan mengantarkan seseorang ke Neraka. Dan jika seseorang senantiasa berdusta dan memilih kedustaan maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai pendusta (pembohong).” (HR Bukhari)

Yuk jangan lupakan kewajibanmu untuk membayar zakat atau beramal dalam bentuk apapun.

Zakat sekarang juga, tunaikan zakatmu melalui
💳 BSI 888 9595 958

Salurkan sedekah terbaik sahabat melalui Infak sedekah umum
💳 BSI 880 999 8817

Informasi dan Konfirmasi
📲 081 1221 6667
📲 0852 2118 4803

Follow akun sosial media untuk info kebaikan lainnya

Instagram : http://instagram.com/sedekahku_percikaniman
Tiktok : http://tiktok.com/@sedekahkupercikaniman
Youtube : http://youtube.com/@SedekahkuPercikanIman

Share: