Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan, Senin (3/10/2025), saat Istanbul menjadi tuan rumah pertemuan para menteri luar negeri dari tujuh negara yang membahas gencatan senjata Gaza pada hari yang sama. Hakan Fidan menyampaikan bahwa “Israel kerap melanggar gencatan senjata di Jalur Gaza dan menghalangi pengiriman bantuan kemanusiaan. Komunitas internasional harus meningkatkan tekanan terhadap Tel Aviv,” kata Fidan dalam konferensi pers seusai pertemuan tingkat menteri tersebut.
“Masuknya 600 truk dan 50 tangki bahan bakar belum terlihat hingga kini” Kata Fidan Ia juga menegaskan, setiap upaya untuk melemahkan gencatan senjata harus digagalkan. Perjanjian gencatan senjata antara Israel dan gerakan kelompok pejuang Palestina Hamas mulai berlaku pada 10 Oktober lalu. Lantas 13 Oktober nya Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menandatangani deklarasi gencatan senjata di Gaza.
Melalui perjanjian tersebut, Hamas membebaskan 20 sandera yang masih hidup dan telah ditahan di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023. Sebagai gantinya, Israel membebaskan 1.718 tahanan Palestina dari Gaza serta 250 tahanan Palestina yang menjalani hukuman penjara jangka panjang.
Begitulah watal Yahudi yang hobbynya cuman ingkar janji,
اَوَكُلَّمَا عٰهَدُوْا عَهْدًا نَّبَذَهٗ فَرِيْقٌ مِّنْهُمْ ۗ بَلْ اَكْثَرُهُمْ لَا يُؤْمِنُوْنَ
Mengapa setiap mereka mengikat janji, sekelompok mereka melanggarnya? Bahkan, sebagian besarnya tidak beriman. (Al Baqarah [2] : 100)