Ada satu penelitian yang dilakukan oleh Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan Universitas Gadjah Mada di Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Selatan pada 2014 lalu menunjukan adanya beberapa penemuan menarik. Sebanyak 47,3 persen responden menjawab tidak bersekolah lagi karena masalah biaya, kemudian 31 persen karena ingin membantu orang tua dengan bekerja serta 9,4 persen karena ingin melanjutkan pendidikan nonformal seperti pesantren atau mengambil kursus keterampilan lainnya. Mereka yang tidak dapat melanjutkan sekolah ini sebagian besar berijazah terakhir sekolah dasar (42,1 persen) maupun tidak memiliki ijazah (30,7 persen).

Jika dipersentasikan ternyata yang paling banyak sebab putus sekolah adalah tersendat biaya, baik biaya sekolah secara adminsitrasi atau sarana prasarana untuk menunjang aktifitas sekolah. Itu di tahun 2014, lalu bagaimana sekarang di tahun 2025? Sampai sekarang hal tersebut masih mengancam pendidikan bagi sebagian masyarakat yang tidak mampu melanjutkan sekolah. Akibatnya diperlukan bantuan-bantuan yang signifikan agar mereka mendapatkan pendidikan yang merata dan membantu meringankan beban biaya yang ditanggung.

Maka alhamdulillah kami mengadakan program pendidikan bantuan anak sekolah. Yaitu kegiatan pendidikan dengan memberikan alat sekolah kepada 20 anak yatim/piatu dan dhuafa yang terdiri dari 16 anak SD , 1 anak SMP dan 3 anak SMA yang berdomisili di daerah bandung raya. Di bulan Ramadhan ini kami realisasikan pada tanggal 4 Maret 2025 di toko buku Merauke Kopo Sayati Kab, Bandung. Dan alhamdulillah kami ajak mereka untuk memilih alat-alat sekolah sesuai keinginan mereka, ada yang beli pensil, pulpen, kotak wadah alat tulis dst dengan bahagia dan ceria. Dana yang kami berikan untuk mereka sebesar Rp. 250.000/anak dan ditambah uang jajan sebesar Rp. 50.000.

Syukur alhamdulillah kegiatan yang dilaksanakan berjalan dengan lancar dan siswa-siswi yang kami ajak bisa ceria dan penuh semangat menyambut cita-cita mereka. Tidak lagi putus asa yang ada dalam hatinya hanya harapan menyongsong masa depan. Mudah-mudahan kelak mereka bisa jadi sosok anak bangsa yang berguna untuk agama dan bangsa. Aamiin.
Yuk jangan lupakan kewajibanmu untuk membayar zakat atau beramal dalam bentuk apapun.
Zakat sekarang juga, tunaikan zakatmu melalui
💳 BSI 888 9595 958
Salurkan sedekah terbaik sahabat melalui Infak sedekah umum
💳 BSI 880 999 8817
Informasi dan Konfirmasi
📲 081 1221 6667
📲 0852 2118 4803
Follow akun sosial media untuk info kebaikan lainnya
Instagram : http://instagram.com/sedekahku_percikaniman
Tiktok : http://tiktok.com/@sedekahkupercikaniman
Youtube : http://youtube.com/@SedekahkuPercikanIman