Kalau kita lihat sejarah para sahabat ketika menjelang Ramadhan mereka kerap kali was-was. Kok bisa sampai was-was yah? Mereka bisa was-was karena selalu harap-harap cemas apakah mereka masih bisa sampai dan diberikan kesempatan yang sama untuk sampai pada bulan Ramadhan? Nah lebih detailnya lagi mereka was-was disebabkan semangat juga komitmen mereka untuk menyambut Ramadhan lebih indah lagi. Makanya menurut ulama ada salah satu sahabat yang sempat menangis harap-harap cemas,
قيل: إن سيدنا علي بن أبي طالب رضي الله عنه وكرم وجهه لما أفطر وكان صائماً بكى ، فقيل له : ما يبكيك ؟ فقال: لا أدري هل أنا من المقبولين أو من المقربين أو من المطرودين . اهـ
“Dikatakan bahwa Sayyidina Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu Anhu ketika berbuka puasa, beliau menangis, maka dikatakan kepadanya: Apa yang membuatmu menangis? Dia berkata: Saya tidak tahu apakah saya salah satu dari mereka yang (puasanya) diterima, atau menjadi salah satu dari orang-orang-orang yang dekat kepada Allah, atau salah satu dari mereka yang diusir (dari Rahmat Allah).”


Ali sampai menangis karena sangat mengharapkan berjumpa bulan yang penuh mulia. Makanya gak heran para sahabat begitu semangat sedekah sampai beribadah ketika bulan Ramadhan tiba. Sederhananya mereka tidak pernah menyia-nyiakanya. Oleh sebab itu jika kita teladani para sahabat berarti amat sangat disayangkan ketika peluang kebaikan diabaikan begitu saja. Seperti di bulan Ramadhan ini.

Oleh sebab itu Alhamdulillah kami selalu mengambil peluang kebaikan dengan bermain dan berbagi bersama 80 anak Madrasah Ibtidaiyyah di Masjid Peradaban Percikan Iman Arjasari. Dalam kegiatan ini kami mengajak anak-anak bermain di daerah danau untuk menaiki kano, ada juga yang sekedar memberi pakan ikan, lalu ada juga yang feeding domba sampai playground. Alangkah bersyukurnya kami ketika mereka bisa tertawa bahagia bersama, lapar dan haus tidak jadi halangan mereka untuk terus semangat bahagia. Kegiatan ini terlaksana pada hari senin tanggal 3 Maret 2025. Dan total penerima manfaat yang ikut dalam kegiatan berbuka puasa bersama ini kurang lebih ada 80 orang ditambah guru-guru mereka dengan pembakian 100 paket makanan. Rasulullah SAW bersabda,
عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيرَنَا وَيَعْرِفْ شَرَفَ كَبِيرِنَا حَدَّثَنَا هَنَّادٌ حَدَّثَنَا عَبْدَةُ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَقَ نَحْوَهُ إِلَّا أَنَّهُ قَالَ وَيَعْرِفْ حَقَّ كَبِيرِنَا – رواه الترمذي
Dari Amr bin Syu’aib dari bapaknya dari kakeknya, ia berkata; bersabda: “Tidak termasuk golongan kami, orang yang tidak mengasihi anak-anak kecil dan tidak pula menghormati para orang tua kami.” Telah menceritakan kepada kami Hannad, telah menceritakan kepada kami Abdah dari Muhammad bin Ishaq semisalnya. Hanya saja, ia menyebutkan; “Dan (tidak pula) mengetahui hak para orang tua kami.” (HR. Tirmidzi).

Yuk kita terlibat andil dalam kegiatan program berbagi puasa bersama. Selain anak-anak akan bahagia, kita pun juga turut bahagia bersama.
Yuk jangan lupakan kewajibanmu untuk membayar zakat atau beramal dalam bentuk apapun.
Zakat sekarang juga, tunaikan zakatmu melalui
💳 BSI 888 9595 958
Salurkan sedekah terbaik sahabat melalui Infak sedekah umum
💳 BSI 880 999 8817
Informasi dan Konfirmasi
📲 081 1221 6667
📲 0852 2118 4803
Follow akun sosial media untuk info kebaikan lainnya
Instagram : http://instagram.com/sedekahku_percikaniman
Tiktok : http://tiktok.com/@sedekahkupercikaniman
Youtube : http://youtube.com/@SedekahkuPercikanIman